Tugas Sistem Informasi Akuntansi Diagram ERD & DFD Siklus Pendapatan(Revenu Cycle)

Entity Relationship Diagram (ERD)

Ilustrasi Penggambaran ERD


Relationship Spesifik



Entity Relationship Diagram


Gambar ERD Siklus Pendapatan (Revenu Cycle)

Tabel Elemen-elemen ERD



Data Flow Diagram Siklus Pendapatan Tingkat 0




Gambar 1

Sebagai tambahan SIA sebaiknya menyediakan informasi strategi dan evaluasi pelaksanaan:

* Waktu yang dibutuhkan untuk menangani permintaan pelanggan.
* Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi dan menyerahkan pesanan.
* Persentase penjualan yang memerlukan back order.
* Kepuasan pelanggan.
* Menganalisis pengaruh pasar dan kecenderungan penjualan.
* Analisis keuntungan berdasarkan produk, pelanggan, dan wilayah penjualan.
* Volume pejualan dalam dolar dan jumlah pelanggan.
* Keberhasilan iklan dan promosi.
* Kinerja staff penjualan.
* Piutang tidak tertagih dan kebijaksanaan kredit.
* Diharapkan penerimaan kas dan pinjaman jangka pendek.

Informasi keuangan dan operasional dibutuhkan untuk mengatur dan mengevaluasiaktivitas siklus pendapatan. Dengan adanya sistem database, sudah saatnya merancang kembali SIA yang mampu menggumpulkan dan menyimpan data transaksi keuangan dan operasional pada siklus pendapatan. Dari aktivitas bisnis siklus pendapatan dari Gambar 1 dan 2 diperoleh informasi:

Dua resources: cash dan inventory
Empat bisnis event: take customer order, fill customer order, ship goods, dan collect cash
External agent: customer dan carrier. Sedangkan internal agent adalah salesperson, warehouse clerk, shipping clerk, dan cashier. Diagram REA siklus pendapatan dapat dilihat pada Gambar 2.

Diagram REA Siklus Pendapatan



Gambar 2

Diagram REA pada Gambar 12 terdiri dari dua belas entity dan empat relationship N:M (relationship Inventory dan Take customer order, relationship Inventory dan Fill customer order, relationship Inventory dan Ship goods, serta relationship Take customer order dan Fill customer order). Untuk mengimplementasikan diagram REA ke database relational masing-masing entity dan relationship N:M dijadikan tabel, sehingga terbentuk enam belas tabel. Diharapkan tabel yang dihasilkan dapat memenuhi aturan normalisasi.

Langkah selanjutnya mencantumkan attribut pada masing-masing tabel, tentukan attribute primary key untuk setiap tabel. Pada Tabel 2 attribute primary key dicetak denga huruf tebal, sebagai contoh tabel Inventory, attribute primary key-nya adalah Product number. Sedangkan untuk tabel yang mewakili relationship N:M, misal table Inventory-Order, primary key merupakan gabungan dari primary key tabel yang dihubungkan. Jadi primary key tabel Inventory-Order adalah Product number dan sales order number (primary key tabel Order).

Langkah terakhir adalah mengimplementasikan relationship 1:1 dan 1:N dengan attribute foreign key. Pada Tabel 1 foreign key ditulis menggunakan huruf miring




Tabel 1

Disusun Oleh :

Awan (36109719)
Rendy Adimas (331097388)
Muhamad Bilal Prasetyo ( 36109046)
Yusuf Rizkiyanto ( 35109700)
Muhamad Jaenudin (31109239)
Purwati Ningsih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar